Ini Cara Bank Indonesia Amankan Utang Luar Negeri

Bank Indonesia sekarang ini terus menjaga struktur Utang Luar Negeri Indonesia supaya tetap sehat. Hal tersebut sesudah ULN tumbuh melambat mencapai 7,7% sebesar USD404,3 miliar dalam kuartal IV-2019.

Melansir pada Website BI, Jakarta, Senin yang lalu, dalam rangka upaya menjaga struktur ULN supaya tetap sehat, Bank Indonesia serta Pemerintah terus menambahkan koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Hal tersebut didukung dengan adanya penerapan pada prinsip hati hati didalam pengelolaannya.

Peranan ULN ini  juga akan selalu dimaksimalkan dalam mendukung pembiayaan untuk pembangunan. Yang mana, dengan meminimalisir risiko yang bisa mempengaruhi stabilitas perekonomian. Terlebih lagi, untuk rasio ULN Indonesia kepada Produk Domestik Bruto pada kuartal IV-2019 mencapai 36,1%. Rasio itu relatif stabil bila dibandingkan dengan rasio pada kuartal pada sebelumnya.

Selain itu juga, struktur ULN Indonesia sekarang tetap saja didominasi oleh ULN dengan rjangka panjang sebesar 88,3% dari total yang saat ini dimiliki oleh ULN.  Pada sebelumnya, Posisi ULN Indonesia untuk akhir triwulan IV 2019 tercatat mencapai USD404,3 miliar. Yang terdiri dari utang sektor publik mencapai USD202,9 miliar serta utang sektor swasta yang termasuk BUMN sebesar USD201,4 miliar.

Bank Indonesia juga mencatat Utang Luar Negeri Indonesia tumbuh melambat pada kuartal IV-2019 mencapai USD404,3 miliar. Tetapi, struktur ULN Indonesia tetap sehat ditunjang dengan adanya penerapan prinsip kehati-hatian didalam pengelolaannya.

Melansir pada website BI, Jakarta, Senin yang lalu, keadaan itu tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia kepada Produk Domestik Bruto dalam kuartal IV-2019 sebesar 36,1%, relatif cukup stabil apabila dibandingkan dengan rasio untuk triwulan pada sebelumnya. Selain itu juga, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN untu jangka panjang dengan besaran 88,3% dari total ULN.

Dalam upaya menjaga struktur ULN tetap selalu sehat, Bank Indonesia serta  Pemerintah terus menambahkan koordinasi didalam memantau perkembangan ULN, yang ditunjang dengan penerapan prinsip kehati-hatian untuk pengelolaannya. Peran ULN juga akan tetap dimaksimalkan dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisir risiko yang bisa mempengaruhi stabilitas perekonomian.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *